WELCOME TO RESTAULIPASARIBU.BLOGSPOT.COM
Tampilkan postingan dengan label Musisi Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Musisi Indonesia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Februari 2015

Rinto Harahap

Keinginan Terakhir Rinto Harahap Sebelum Meninggal

Rinto sudah sulit bicara.


Keinginan Terakhir Rinto Harahap Sebelum Meninggal
              

 Rinto Harahap meninggal di Singapura (Disctarra.com)
 
VIVA.co.id - Penyanyi sekaligus pencipta lagu di era 80-an, Rinto Harahap, meninggal dunia di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura, Senin, 9 Februari 2015 pukul 22.45 waktu setempat. Rinto meninggal di usia 65 tahun.

Menurut kerabat Rinto, Yos, yang dihubungi melalui sambungan telepon, Rinto sudah susah bicara dan sulit makan. Meski demikian, pria berdarah Batak tersebut tetap semangat. Bahkan, Rinto sempat menulis keinginannya dalam sebuah kertas.

"Bicaranya memang sudah susah, nggak begitu jelas. Jadi, dia menulis di kertas soal keinginannya menciptakan lagu baru," katanya.

Rinto tetap ingin membuat karya seperti lagu-lagu sebelumnya yang sendu dan menyayat hati. Menurut Yos, saat bicara soal musik, Rinto selalu penuh semangat. "Dia juga ingin konser. Dia masih penuh semangat," ungkapnya sedih.

Rencananya, jenazah Rinto akan dipulangkan dan disemayamkan di rumah duka di Jalan Bango 2 No 22, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa, 10 Februari 2015.

Rinto yang dilahirkan di Sibolga, Sumatera Utara, 10 Maret 1949, ini adalah penyanyi, pencipta lagu, dan produser yang pernah mendirikan grup band The Mercy's tahun 1970-an. Selain Rinto, The Mercy's juga diawaki Charles Hutagalung dan Reynold Panggabean.

Tak hanya dikenal sebagai komposer andal, Rinto yang mempunyai perusahaan recording 'Lolypop' di tahun 1970-an itu menelurkan banyak penyanyi Indonesia yang populer berkat lagu ciptaannya, seperti Nia Daniati, Betharia Sonata, Christine Panjaitan, Iis Sugianto dan Eddy Silitonga. (one)

Rinto Harahap

Istri Rinto Harahap Salat di Samping Jenazah Almarhum

 

Rinto Harahap

Istri Rinto Harahap Salat di Samping Jenazah Almarhum
Kapanlagi.com - Dunia musik Indonesia kehilangan sosok musisi legendaris Rinto Harahap yang meninggal akibat penyakit kanker tulang belakang. Almarhum Rinto meninggalkan seorang istri bernama Lily Kuslolita, dan tiga orang anak yaitu Cindy Claudia Harahap, Ratna Harahap dan Astrid Harahap. Rinto menikah dengan Lily yang berasal dari Solo pada tanggal 9 November 1973 silam. Hubungan itu tetap bertahan di tengah perbedaan keyakinan, hingga maut memisahkan. Rinto adalah seorang Kristen Protestan dan bahkan ayahnya pernah berharap ia menjadi seorang pendeta. Sementara itu istrinya Lily merupakan seorang muslim dan berasal dari keluarga Muslim.
Sebelum sang suami dimakamkan hari ini di TPU Kampung Kandang, Lily sempat menunaikan salat jenazah di samping almarhum. Pemandangan itu cukup kontras karena Rinto dimakamkan bukan dengan prosesi Islami. Selain Lily, putrinya Cindy pada tahun 1991 silam memilih menjadi mualaf ketika tengah menempuh pendidikan di Australia.
Lily salat jenazah di samping almarhum Rinto Harahap. ©KapanLagi.com®/Busan
Lily salat jenazah di samping almarhum Rinto Harahap. ©KapanLagi.com®/Busan
Jenazah Rinto sendiri tiba di Indonesia sejak kemarin, Selasa (10/02) dari Singapura. Sebelumnya Rinto yang mengidap multiple miloma atau kanker tulang sumsum belakang dirawat di RS Mount Elizabeth, Singapura sebelum meninggal. Meski menderita kanker, penyebab kematian Rinto disebut karena infeksi paru.
Banyak pihak yang merasa kehilangan sosok Rinto Harahap. Sebagai seorang legenda di dunia musik, ia telah menciptakan lebih dari 500 lagu sejak awal karirnya di tahun 1969 silam. Pada tahun 70-an, nama Rinto begitu populer bersama grup The Mercy bersama Erwin Harahap, Charles Hutagalung dan Reynold Panggabean.
Rinto yang sangat populer dengan lagu-lagu ballad seperti Ayah dan Benci Tapi Rindu juga pernah membangun perusahaan rekaman bernama Lolypop. Dari perusahaan rekaman itu nama-nama populer seperti Betharia Sonata, Christine Panjaitan, Eddy Silitonga, Iis Sugianto dan Nia Daniati dimunculkan.